Apakah Kau Tahu Bahwa Allah Sangat Menyayangimu?

Apakah Kau Tahu Bahwa Allah Sangat Menyayangimu?

Apakah kau bahagia sekarang? atau kau sedang berduka? Apapun keadaanmu sekarang, tahukah kau bahwa Allah masih dan sangat menyayangi dan mengasihimu.

Apakah kau tahu bahwa allah sangat menyayangimu, bahkan ketika ketika kau tidak mengingat dan menyebut namanya saat kau mulai makan karena begitu lapar? Lihat bahwa allah tetap memberimu kenikmatan dalam rasa tanpa sedikitpun mencabut rahmatnya itu. Rasakanlah betapa malah badanmu bertambah segar dengan sangat, setelah makananmu mengisi lancar kelesuan dan keletihan ragamu.

Apakah kau tahu bahwa Allah sangat menyayangimu, bahkan saat Dia melihat jelas kelakuan mulutmu tiada henti mengatakan dusta, fitnah, mengadu domba dan mengelarkan rentetan kemaksiatan yang menghancurkan dirimu sendiri dan sesamamu? Mungkin jika manusia yang menyaksikan semua itu, wajahmu akan dipenuhi dengan tamparan dan tiada lagi kehormatan atasmu. Namun Allah juga masih mengampunimu saat kau meminta maaf dan hanya Allah lah yang selalu maha menghargai sebuah taubatmu.

Apakah kau tahu bahwa allah sangat menyayangimu, bahkan saat Dia jelas- jelas melihatmu bermaksiat? Bisa saja saat itu dia mengambil nyawamu dan atau mengadzabmu dengan seribu satu siksa. Namun lihatlah, bahwa dalam keadaan kau berdosa, Allah malah mengangkat derajatmu setelah kau melepas semua jubah kejahatanmu.

Apakah kau tahu bahwa Allah sangat mencintaimu, bahkan saat kau tetap memakinya denga sejuta keluhan yang kau rasa akibat kekurangan dan kesakitanmu di dunia?.Yakinlah saudaraku, bahwa Allah tidak sedang mendholimimu, betapa sayangnya Allah subhanahu wata’ala kepada para hambanya. Dalam jatuhmu yang benar- benar di titik nadir, itu semua adalah karena ulah dirimu sendiri. Dan bukannya Allah membiarkan kau tetap berada di titik itu tanpa sedikit menolongmu. Lihatlah, bahwa sebenarnya tidak kau punya kesempatan lain untuk lari selain dekat dengan Allah. Dan semua hanya tinggal bagaimana kau memilih saja, tetap keras kepala, dan atau meminta ampun dan kemudian Allah akan senantiasa menolongmu.

Apakah kau tahu bahwa Allah sangat menyayangimu?…

Mungkin banyak dari kita yang telah tahu namun tidak sadar dan atau malah tidak mau tahu.

Ketahuilah saudaraku, Allah senantiasa Menyayangimu, dalam keadaan apapapun dirimu, tanpa syarat apapun seperti yang diinginkan manusia dan tanpa pamrih apapun seperti yang diharapkan manusia. Maka apakah kau akan tetap membiarkan dirimu menjadi hamba yang tidak tahu trimakasih dengan tetap membiarkan dirimu sendiri dalam kejahatan yang sama dan berulang- ulang setiap hari?.

Lihatlah dirimu saudaraku,mungkin diantara tubuh dan jiwamu ada salah satu yang bertentangan dengan dirimu, sehingga sulit kau atur. Kaupun bernasib sama dengan begitu banyaknya orang yang ternyata susah bahkan tak bisa bersahabat dengan diri mereka sendiri. Maka, sadarilah bahwa yang paling menyayangimu dan paling mengerti dirimu bahkan lebih dari dirimu sendiri, dalam keadaan bagaimanapun dirimu, siapapun dirimu, dan apa adanya kamu, hanyalah Allah saja. Allah yang selalu siap kapanpun, dan dimanapun menjadi sahabat dan tempatmu berbagi, dan yang pasti akan sangat lebih baik dari pada cara dirimu sendiri menjadi sahabat bagi dirimu. Kasih sayangnya kepadamu adalah lebih sangat mempesona dari hubungan baik yang terbaik yang pernah diberikan oleh makhluk di dunia ini untukmu. Lalu alasan apa yang kemudian membuatmu masih keras hati dan masih menjauh dari Allah Subhanahu Wata’ala?

(Syahidah/voa-islam.com)

Share this post..

today

today

hari ini …

cukup luar biasa :)  rasa lelah yang terasa, semoga bernilai ibadah …

apa benar seseorang memandang layak dan tidaknya berteman, karena status harta dan sosial …?

semoga tidak demikian, introspeksi juga buat diriku … :) :(

mungkin takdir Allah tidak mempertemukanku dengannya, Allah tidak suka aku direndahkan barangkali :)

(ge-er, nie… prasangka baik buat Allah hari ini ;) )

lega rasanya seperti habis curhat ke Allah …

Alhamdulillah ……..

Alhamdulillah ……..

pencerahan yang luar biasa hari ini…..

Subhanallah… tak terkira rasa dahaga ketika dikucuri air segar, bening, jernih… seperti itu rasanya…

Hari ini, kutrima ikhlas segala yang pernah terjadi, kesulitan yang sedang kualami… Subhanallah.. siraman tausiah dari ustadz Tizar Zein, Ustadz Saiful, Ustadz Saiful Islam, Ustadz Mashadi, dan Ustadz Sigit Pranowo .. benar-benar menyegarkan ruhiah yang sedang kering …

Subhanallah …

2 hari yang lalu, aku sempat menangis.., karena merasa tertekan .. persoalan di usahaku, ditambah akun fbku yang ketutup, padahal udah dirintis 2 tahunan… full foto banyak kejadian, catatan2.., belum lagi friend yang hampir 4000.. ohhh… kesel… banget rasanya, nangisnya sampai keluar suara saking keselnya :) , dengan lemah lembut, seperti biasanya suamiku yang baik mengekus punggungku sambil berkata, “banyak yang jauh lebih susah daripada kita., semuanya sudah ditakdirkan, kita tinggal menjalani…” cukup bisa menghentikan tangisku .. :)

ok, sudahlah semua sudah takdir, segera bersiap berangkat dauroh, berharap ada sesuatu yang membangkitkan semangat…

tak ada yang lebih indah, lebih agung, dan lebih mulia .. adalah taaqarub ilallah dan melakukan perdagangan dengan-NYA, khalikku, penciptaku …

Subhanallah …

Subhanallah …

pagi ini, di sholat id adha… suasana begitu tenang dan khusyu’ … doa setelah sholat pun terasa meresap dikalbu … udara sejuk pagi menerpa wajah … ingat Nabi Ibrahim… ketakwaannya “mendunia” Subhanallah … karena itu, Dia disebut bapak para Nabi …

cuplikan kisahnya …

Keteladanan Nabi Ibrahim

Sabtu, 05 November 2011 13:42 WIB

Oleh Ustadz Muhammad Arifin Ilham


Di bulan ini, Dzulhijjah, sosok Nabi Ibrahim Alaihis Salam(AS) pasti akan kembali dibicarakan. Itu karena di bulan ini ada dua syariat peribadatan yang tidak terlepas dari sosok agung ini, yaitu pelaksanaan ibadah haji dan kurban. Selain dikenal sebagai salah seorang rasul ulul azmi (yang memiliki keteguhan), beliau juga sering disebut sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dan Abul Anbiya (bapaknya para nabi).

Perjalanan hidup manusia termulia setelah Nabi Muhammad SAW ini adalah sebuah perjalanan peneguhan tauhid. Ketaatan dan keimanan luar biasa yang dihadirkan oleh ayah dari dua nabi dengan dua ibu yang berbeda, yaitu Nabi Ismail (dari bunda Hajar) dan Nabi Ishaq (dari bunda Sarah) Alahimus Salam, ini adalah sesuatu yang berat ditunaikan oleh manusia pada umumnya. Sebuah keteladanan yang mesti kita serap dalam kehidupan kita.

Nabi Ibrahim selalu berpijak di atas kebenaran dan tak pernah berpaling meninggalkannya. Posisinya dalam agama sangat tinggi (seorang imam) dan selalu total dalam mengabdi. Beliau pun tak pernah lupa mensyukuri segala nikmat-Nya (QS an-Nahl: 120-121).

Nabi Ibrahim merupakan sosok pembawa panji-panji tauhid. Perjalanan hidupnya sarat dengan dakwah kepada tauhid dan segala liku-likunya (QS al-Mumtahanah: 4-5). Beliau selalu mengajak umatnya kepada jalan Allah serta mencegah mereka dari sikap taklid buta terhadap ajaran sesat nenek moyangnya (QS al-Anbiya: 52-58). Allah SWT memilihnya dan menunjukinya ke jalan lurus serta mengaruniakannya segala kebaikan dunia dan akhirat (QS an-Nahl: 121-122). Bahkan, Allah SWT mengangkatnya sebagai khalil (kekasih). (QS an-Nisa: 125).

Perjalanannya merupakan cermin pendidikan keagamaan yang disampaikan orang tua terhadap anak cucunya (QS al-Baqarah: 132). Bahkan, Nabi Ibrahim AS senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah SWT untuk kesalehan anak cucunya (QS Ibrahim: 35 dan 40).

Perjalanan hidupnya juga mengandung pelajaran berharga bagi para anak, karena beliau adalah seorang anak yang amat berbakti kepada kedua orang tuanya dan selalu menyampaikan kebenaran kepada mereka dengan cara yang terbaik (QS Maryam: 42-45). Ketika sang bapak, Azar, sang pembuat patung Tuhan, menyikapinya dengan keras, Nabi Ibrahim tetap santun dan berdoa untuk kebaikan ayahnya (QS Maryam: 47).

Kisah Nabi Ibrahim AS juga mengandung pelajaran berharga bagi seorang ayah kepada anaknya bahwa selalu ada ruang untuk berpendapat atas setiap keputusan sang kepala rumah tangga kepada anak-anaknya. Perintah langsung Allah untuk menyembelih sang anak diberinya ruang berpendapat bagi anaknya (QS as-Saffat: 102).

Perjalanan hidup sang pencetus agama hanif ini adalah juga edukasi berharga bagi para suami istri. Asas membina kehidupan rumah tangga tidak lain di atas keridaan perintah Allah SWT. Hal ini tecermin dari dialog antara Nabi Ibrahim dan istrinya yang bernama Hajar, ketika Nabi Ibrahim membawanya beserta anaknya ke Kota Makkah yang masih tandus dan belum berpenghuni atas perintah Allah SWT. “Apakah Allah yang memerintahkanmu berbuat seperti ini?’ Ibrahim menjawab, ‘Ya.’ Maka (dengan serta-merta), Hajar mengatakan, ‘Kalau begitu Dia pasti (Allah) tidak akan menyengsarakan kami’.” (LihatShahih Bukhari, No 3364).

Redaktur: Siwi Tri Puji B

HARI BERBAGI INTERNASIONAL …. SUBHANALLAH ..

HARI BERBAGI INTERNASIONAL …. SUBHANALLAH ..

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik (Q.s Al Hajj 037)

SELAMAT IDHUL ADHA Saudaraku…. Semoga Allah mencatat “sesuatu” dalam hati dan niat kita ….

SUBHANALLAH ………. MAHA SUCI DAN AGUNG NAMA-NYA … HARI BERBAGI INTERNASIONAL … BERBAGI DAN BERSATU IKATAN KITA DALAM IKATAN AQIDAH DAN IBADAH …….. SUBHANALLAH …

 

today, PERBARUI NIAT …. ini PENTING!

today, PERBARUI NIAT …. ini PENTING!

hari ini…, kucoba lagi… memperbarui niat… Rasulullah menyarankan seperti itu…

senantiasa perbarui niat.. karena Allah membolak-balikkan hati manusia..

KULAKUKAN SEMUA INI, UNTUK DAN KARENA ALLAH… , bukan untuk harta, uang, atau pun ketenaran… so harus hati-hati, hidup ini sangat, SEKEJAP SAJA!

Pembaruan Niat PDF Print E-mail
Oleh : Mohammad Zakki Azani
”Sesungguhnya amalan itu bergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya, hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang hendak dinikahinya, maka ia akan mendapati apa yang ia inginkan.” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Makna niat adalah pendorong kehendak manusia untuk mewujudkan suatu tujuan. Seorang mukmin yang baik, pendorongnya hendaklah mementingkan apa yang ada di sisi Allah SWT daripada yang ada di sisi manusia. Ia menjadikan niat, perkataan, dan amalnya hanya untuk Allah semata.
Allah berfirman, ”Katakanlah, sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya. Dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS Al An’aam [162]: 162-163). Sesungguhnya kita setiap hari minimal 17 kali dalam shalat selalu membaca kalimat-Nya pada ayat yang di atas, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memperbarui niat kita.
Allah SWT berfirman tentang setiap amal yang dimaksudkan untuk selain Allah bagaikan debu-debu yang beterbangan. ”Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan. (Al-Furqan [25]: 23). Dari Amirul Mukminin, Abu Hafsh, Umar bin Khathab berkata, ”Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Di antara manusia ada orang-orang yang memiliki niat yang tinggi nilainya, sementara ada pula yang memiliki niat yang rendah, hingga ada kalanya dua orang yang mengamalkan suatu bentuk amalan yang sama dari awal, pertengahan, bahkan sampai akhir pelaksanaannya, sama gerakannya, perbuatannya, ataupun diamnya dan juga bacaannya, namun hasilnya berbeda jauh, sejauh antara langit dan bumi. Yang demikian ini disebabkan perbedaan niatnya’.”
Walhasil, setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan: jika Anda berniat karena Allah dan untuk negeri akherat dalam amalan menjalankan syariat, maka Anda akan mendapatkannya. Namun, jika Anda berniat untuk dunia, maka kadang dapat dan terkadang Anda tidak dapat. Mari kita jadikan tahun Hijriyah 1429 sebagai tahun pembaharuan niat menuju jalan ridha-Nya.
Sumber: republika

Ibuku

Ibuku

ibu balik ke jatim, sedih… rasanya . Semoga Allah berikan kesehatan, bahagia, dan keberkahan … Hal yang selalu kupikirkan setelah bapak meninggal, adalah membuat ibu merasa “hidup”. ibu perlu eksistensi… Ibu orang yang penuh dengan kekuatan, aktifitas, dan karya.. hidupnya selama ini untuk mengabdi ke suami dan berkarya.. setelah bapak meninggal, tentu ada yang hilang dari hidupnya, membuat fisiknya menurun drastis, meskipun sebenarnya beliau sangat ‘kuat’. Semoga kita Cane Rozzie Luckysarie, Nimas Ayu Pitasari, Toph Magentagrafis, Fahrurrozi SSi, Guswid Abu Ramzi, dan aku, mampu membuat beliau senantiasa merasa “hidup” ..

muhasabah … apa yang sudah kusimpan hari ini untuk hari esok?

muhasabah … apa yang sudah kusimpan hari ini untuk hari esok?

Ibnu Jarir ath-Thabari meriwayatkan, bahwa Qatadah rahimahullah berkata, “Rabb kalian senantiasa mengesankan dekatnya hari kiamat sampai-sampai Allah menjadikannya seperti seolah-olah ia akan terjadi besok.” Ini semua menunjukkan kepada kita bahwa baiknya hati akan terwujud dengan senantiasa mengintrospeksi diri, dan rusaknya hati akan terjadi tatkala kita lalai untuk mengawasi gerak-geriknya dan membiarkannya berjalan begitu saja mengikuti keinginan-keinginannya (lihat al-Ighatsah, hal. 114)

hati …

hati …

minggu-minggu yang padat … saatnya istirahat …

senin anak-anak mulai sekolah, hari minggu ini istirahat saja …

 

Hati… perlukah istirahat …

Yang paling penting yang ada di dalam jasad kita adalah hati dan  yang paling penting yang ada dalam hati adalah iman yang merupakan sebagai pelita hati. Sifat iman sama dengan sifat hati yaitu bolak-balik atau yazid wa yankus. Oleh karena itu yang paling berkepentingan dalam menjaga dan memelihara hati adalah manusia itu sendiri. Sebab, kalau dibiarkan begitu saja maka hati itu akan menjadi hati yang berpenyakit atau mungkin juga menjadi mati. Kalau sudah begitu, maka nafsu yang akan menguasainya. Dan efeknya akan berimbas kepada anggota tubuh yang lain.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di dalam tubuh anak Adam terdapat segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah tubuh itu seluruhnya, dan anggota-anggota tubuh yang lain akan membuatnya baik. Apabila segumpal daging itu rusak, maka rusak pula tubuh itu seluruhnya. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati.”

Hati adalah tempat untuk melihat Rabb. Ketika dihati sudah tertancap sebuah keyakinan, maka akan muncul sebuah kebahagiaan yang akan mengalirkan kedamaian dan keteduhan ke dalam ruh dan jiwa. Dari situ kebahagiaan akan meluap kepada yang lain.

Ulama terkenal Ibnul Qayyim Al-Jauziyah berkata, “Hati yang mencapai kedamaian dan ketenteraman, mengantar pemiliknya dari ragu menjadi yakin, dari kebodohan kepada ilmu, dari lalai kepada taat, dari riya kepada ikhlas, dari lemah kepada teguh, dan dari sombong kepada tahu diri”

Dan ini merupakan hasil dari pengistirahatan hati dari hawa nafsu duniawi yang selalu menggerogoti hati manusia. Sebab, hawa nafsu dan syahwat badani termasuk penyakit hati yang sering menghinggapi manusia. Apabila hawa nafsu itu telah masuk dan menusuk hati, maka rusaklah hati, dan apabila dibiarkan saja, ia akan membusuk dan sukar untuk disembuhkan. Dosa akibat hawa nafsu itu akibat setetes kotoran yang jatuh diatas lembaran hati manusia. Sekali manusia berbuat dosa, satu titik kotoran melekat diatas hati. Apabila tidak dicegah, tetesan dosa itu lama kelamaan akan menutup seluruh permukaan hati, maka gelaplah hati. Ia tertutup dari sinar iman karena sudah dipenuhi oleh kegelapan dan hawa nafsu.

Jadi, mengistirahatkan hati menjadi sesuatu yang harus dilakukan sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini,

Rasulullah SAW bersabda, “Istirahatkanlah hati kalian walaupun sejenak. Jika hati kalian tidak di istirahatkan (diporsir), maka hati kalian akan berubah menjadi buta.” (HR. Bukhari-Muslim)

Istirahatnya hati bagi seorang muslim yaitu dengan zikrullah kepada Allah SWT.    

  “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Ra’d (13): 28).

Terimakasih buat pak Abu lutfia yg mengijinkan mengcopy ilmunya..semoga Allah mennganti dengan kebaikan yg berlipat.amin

pelajaran buat saya pribadi..semoga bs sadar..amin